Cari Blog Ini

RSS

BAB 5 Analisis Topik Proyek

Analisis Topik Proyek

A. Managable Topic (Kemampuan Menguasai Pokok Masalah)
            Salah satu saran yang sangat simpatik adalah “jangan sekali-kali melakukan apapun yang ada di luar jangkauan kemampuan diri sendiri”
Dengan demikian, hal-hal di bawah ini perlu diperhatikan :
            1.      Apakah latar belakang pengetahuan, kecakapan, dna kemampuan diri sendiri, sudah cukup untuk memecahkan persoalan-persoalan yang berhubungan dengan topic yang akan dikerjakan?
2.      Apakah waktu, dana telah dipikirkan dengan masak dan mencukupi?
            3.      Apakah topic tersebut dapat memperoleh konsultan/pembimbing dengan mudah?
            4.      Apakah tidak ada hambatan-hambatan dari pihak-pihak lain, berkenaan dengan topic tersebut? Suatu penelitian tidak akan berhasil dengan memuaskan bilamana mahasiswa tidak mempunyai bekal pengetahuan juga kecakapan tentang cara-cara mencari dan mengolah data yang telah terkumpul.. (Rohman, 2011)
B.     Obtainable Data (Data yang dibutuhkan mudah diperoleh)
Tersedianya data/ data dapat diperoleh dengan mudah. Hal ini meliputi:
1.      Apakah sumber-sumber data (kepustakaan, dll) cukup tersedia
2.      Apakah teknik-teknik pengumpulan data cukup dikuasai
3.      Apakah ada faktor-faktor pribadi dan luar yang akan merintangi pengumpulan data
4.      Apakah data tersebut tergantung pada waktu tertentu (misal: data tentang proses pemilu 2004)(Nagawa, 2013)
C.    Significancy of Topic (Topik yang sesuai)
Topik penting untuk diteliti (secara akademik) (Youpika, 2014)
1.      Hasil dari pemecahan masalah itu akan memberikan sumbangan yang cukup berharga baik bagi ilmu pengetahuan yang sudah ada maupun bagi praktik dilapangan.
2.      Masalah yang diteliti tidak merupakan duplikasi dari penelitian sebelumnya.
3.      Ada ketidakpaksaan terhadap pemecahan masalah yang terdahulu sehingga perlu diadakan penelitian ulang.
Masalah tersebut memiliki “Academic Interest” yang cukup besar atau mempunyai kegunaan praktis yang sangat mendesak. (Suraja, 2012)
D.    Interested Topic (menarik untuk diteliti)
            1.      Apakah topik tersebut secara  pribadi menarik minat dan semangat peneliti
            2.      Apakah topik tersebut dapat menimbulkan rasa ingin tahu (curiousity) secara ilmiah
            3.      Apakah menarik untuk dapat  mengarahkan pada kebenaran ilmiah. (BANGSAKU, 2013)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

BAB 4 Pendelegasian Tugas dan Tanggung Jawab

Pendelegasian Tugas dan Tanggung Jawab


  A.     Pengertian Pendelegasian Wewenang dan Tangung Jawab
Seorang manajer atau seorang pimpinan perusahaan sebagai mansuia mempunyai waktu, kemampuan dan perhatian yang sangat terbatas maka tidaklah mungkin seorang pimpinan itu dapat melaskanakan tugasnya sendiri, sungguhpun pimpinan itu harus bertanggung jawab akan  pelaksanaan tugasnya dengan sebaik mungkin. Dengan demikian, menurut (James, A.F.Stoner, 1996) jika seorang manajer mendelegasikan tugasnya kepada bawahan maka ia harus mendelegasikan kekuasaannya yang artinya jika  seorang diserahi tugas untuk melaskanakan suatu  tugas tertentu, ia mbertanggungjawab dalam melaksanakan tugas tersebut.
  B.     Uraian Tugas
·         Tentukan dulu sasaran
·         Tentukan tanggung jawab dan otoritas
·         Berikan motivasi pada bawahan
·         Haruskah  bawahan merampungkan pekerjaan.
·         Beritakan latihan
·         Lakukan pengedalian
  C.      Uraian Tanggung Jawab
·         Tugas, adalah suatu kewajiban dalam pekerjaan yang telah ditentukan dalam organisasi, untuk melaksanakan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam bidang masing-masing jabatan.
·         Kekuasan, adalah suatu pekerjaan yang telah diberikan wewenang (tugas), penyerahan dari tugas-tugas yang dipecaya, seorang  memperoleh kekuasaan secara formal. Misalnya karena adanya surat keputusan dari pimpinan perusahaan  yang berwenang.
·         Tanggung jawab adalah sutau pekerjaan yang dilakukan organisasi suatu perusahan yang diperoleh dari atasan terhadap tanggung jawab pekerjaan ataupun kepercayaan yang diberikan.
  D.     Definisi Tanggung Jawab
·         Ialah keharusan untuk melakukan semua kewajiban/tugas-tugas yang dibebankan kepadanya sebagai akibat dari wewenang yang diterima atau dimilikinya.
·         Tanggung jawab tidak dapat dilimpahkan kepada orang lain. Wewenang diterima maka tanggung jawab harus juga diterima dengan sebaik-baiknya. Inilah sebabnya top manager yang menjadi penangung jawab terakhir mengenai maju/mundurnya suatu perusahaan.
·          
  E.     Arti Pentingnya Pendelegasian Wewenang
·         Pendelegasian wewenang merupakan dinamika organisasi, karena dengan pendelegasian wewenang ini para bawahan mempunyai wewenang, sehingga mereka dapat mengerjakan sebagian pekerjaan delegator (pimpinan).
·         Pendelegasian wewenang merupakan proses yang bertahap dan yang menciptakan pembagian kerja, hubungan kerja, dan adanya kerja sama dalam suatu organisasi/perusahaan.
·         Pendelegasian wewenang dapat memperluas ruang gerak dan dan waktu seorang manajer.
·         Pendelegasian wewenang, manajer tetap bertanggung jawab terhadap tercapainya tujuan perusahaan.
·         Pendelegasian wewenang menjadi ikatan formal dalam suatu organisasi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bab 3 Kebutuhan Pelanggan

Kebutuhan Pelanggan

    A. Permintaan pelanggan atas proyek 
1.      Pengertian Pelanggan
      Pelanggan adalah orang atau instansi atau lembaga yang melakukan pembelian produk baik barang maupun jasa secara berulang – ulang Pengumpulan Informasi, Pengelolaan Dan Implementasinya Di Tempat Kerja. (Kurnia, 2016)
2.      Pengertian Permintaan
Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu. Permintaan berkaitan dengan keinginan konsumen akan suatu barang dan jasa yang ingin dipenuhi. Dan kecenderungan permintaan konsumen akan barang dan jasa tak terbatas. (wikipedia, 2016)
Macam – macam pelanggan :
1)    Pelanggan dari segi banyaknya
2)    Pelanggan dari segi usia
3)    Pelanggan dari segi jenis kelamin
4)    Pelanggan dari segi tingkat pendapatan
5)    Pelanggan dari segi pendidikan
6)    Pelanggan dari segi waktu pembelian
7)    Pelanggan dari segi alur penjualan
8)    Pelanggan dari segi geografis
9)    Pelanggan dari segi agama
     B. Pangsa pasar proyek
Analisis pasar dalam hal ini meliputi analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif misalnya mengidentifikasi, memisahkan dan membuat diskripsi pasar. Sedangkan analisis kuantitatif misalnya menghitung besarnya perkiraan penjualan satu tahun yang akan datang. (Devinta, 2015)
Pada umumnya analisis pasar meliputi: Deskripsi pasar antara lain daerah atau luas pasar, saluran distribusi dan praktek perdagangan setempat. Analisis permintaan masa lalu dan masa sekarang termasuk besarnya jumlah dan nilai konsumsi barang/jasa yang bersangkutan serta identifikasi konsumen barang/jasa. Analisis penawaran barang/jasa pada masa lalu dan masa sekarang (baik dari impor maupun produksi lokal) juga termasuk informasi mengenai keadaan persaingan, harga penjualan yang terjadi, kualitas dan strategi pemasaran para pesaing. (MudaAktif, 2012)
   C. Faktor lingkungan eksternal

1
• Lingkungan eksternal adalah semua kejadian di luar perusahaan yang memiliki potensi untuk mempengaruhi perusahaan (Chuck Williams, 2001:51).
 • Lingkungan eksternal terdiri dari unsur-unsur di luar perusahaan yang sebagian besar tak dapat dikendalikan dan berpengaruh dalam pembuatan keputusan oleh manajer (T.Hani Handoko, 1999:62).
 • Lingkungan eksternal terdiri atas unsur-unsur yang berada di luar suatu organisasi, yang relevan pada kegiatan organisasi itu (James A.F. Stoner,1996:66) (Oktari, 2011)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

BAB 2 Pengembangan Ide Proyek

Pengembangan Ide Proyek

A.    Identifikasi  Proyek
            Langkah pertama dalam siklus proyek adalah mengidentifikasi isyu yang mungkin dapat ditangani oleh suatu proyek. Biasanya untuk ini diperlukan ‘penilian kebutuhan’ untuk mengetahui apa saja kebutuhan masyarakat dan siapa saja yang terpengaruh. Hanya pada waktu kita mengetahui apa yang dibutuhkan oleh masyarakat, kita dapat merancang proyek yang efektif. ‘Penilaian Kebutuhan’ ditindak lanjuti dengan ‘penilaian kapasitas’ untuk mengetahui kekuatan apa saja yang dimiliki oleh masyarakat tersebut yang dapat digunakan untuk menangulangi masalah yang ada. 
Proyek harus bertujuan untuk memperkuat kelemahan yang ada. Beberapa orang memilih untuk mengunakan istilah ‘appreciative enquiry’ dari pada ‘penilaian kebutuhan’ dan ‘penilaian kapasitas’. Dalam hal ini, proses dimulai dengan ‘penilaian kapasitas’ dengan bertanya kepada masyarakat untuk mengidentifikasi sumber daya yang dimiliki dan harapan mereka untuk mengunakannya di kemudian hari.(taerfund.org, 2013).
B.     Formulasi Proyek
            Formulasi kebijakan publik adalah langkah yang paling awal dalam proses kebijakan public secara keseluruhan. Oleh karenanya, apa yang terjadi pada fase ini akan sangat menentukan berhasil tidaknya kebijakan publik yang dibuat itu pada masa yang akan datang.
·         Menurut Anderson (Dalam Winarno, 2007 : 93) formulasi kebijakan menyangkut upaya menjawab pertanyaan bagaimana berbagai alternatif disepakati untuk masalah masalahyang dikembangkan dan siapa yang berpartisipasi.
·         Lindblom (dalam Solichin Abdul Wahab, 1997:16)mendefinisikan formulasi kebijakan publik ( public  policy making ) sebagai berikut:
merupakan proses politik yang amat kompleks dan analisis dimana tidak mengenal saat dimulai dan diakhirinya dan batas dariproses itu sesungguhnya yang paling tidak pasti,serangkaian kekuatan yang agak kompleks itu kita sebut sebagai pembuatan kebijakan publik, itulah yang kemudian membuahkan hasil yang disebut kebijakan.(Nugrahvianti, 2013).
C.    Mind Mapping
          Mind map dalam bahasa Indonesia berarti peta pikiran (dari kata mind = pikiran, danmap = peta). Pengertian mind map, menurut sang pengembang, Tony Buzan, adalah suatu teknik mencatat yang menonjolkan sisi kreativitas sehingga efektif dalam memetakan pikiran (Tony Buzan dan Barry, 2004). Teknik mencatat melalui peta pikiran (mind map) ini dikembangkan berdasarkan bagaimana cara otak bekerja selama memproses suatu informasi. Selama informasi disampaikan, otak akan mengambil berbagai tanda dalam bentuk beragam, mulai dari gambar, bunyi, bau, pikiran, hingga perasaan. Selanjutnya melalui pembuatan mind map, informasi tadi direkam dalam bentuk simbol, garis, kata, dan warna. Mind map yang baik akan dapat menggambarkan pola gagasan yang saling berkaitan dengan cabang-cabangnya.(Abdulloh,2013).
Berikut manfaat Teknik Mencatat dengan Teknik 
Mind Map ada banyak manfaat atau keunggulan yang dapat diraih bila siswa menggunakan teknik mencatat mind map (peta pikiran) ini dalam kegiatan pembelajarannya, di antaranya :
1.      Mind map meningkatkan kreativitas dan aktivitas individu maupun kelompok.
2.      Bila siswa terbiasa menggunakan teknik mind map (peta pikiran) ini dalam mencatat informasi pembelajaran yang diterimanya, tentu akan menjadikan mereka lebih aktif dan kreatif. Penggunaan simbol, gambar, pemilihan kata kunci tertentu untuk dilukis atau ditulis pada mind map mereka merangsang pola pikir kreatif. 
3.      Mind map memudahkan otak memahami dan menyerap informasi dengan cepat
4.      Catatan yang dibuat dengan teknik mind map dapat dengan mudah dipahami oleh orang lain, apalagi oleh sang pembuatnya sendiri. 
5.      Mind map membuat siswa harus menentukan hubungan-hubungan apa atau bagaimana yang terdapat antar komponen-komponen mind map tersebut.
6.      Ini menjadi mereka lebih mudah memahami dan menyerap informasi dengan cepat.
7.      Mind map meningkatkan daya ingat.
8.      Catatan khas yang dibuat dengan mind map karena sifatnya spesifik dan bermakna khusus bagi setiap siswa yang membuatnya (karena melibatkan penggunaan dan pembentukan makna atar komponen mind map), akan dapat meningkatkan daya ingat mereka terhadap informasi yang terkandung di dalam mind map itu. (Faiq, 2013)
Definisi Mind Map          Mind Map adalah sebuah metode untuk mengelola informasi secara menyeluruh. Secara lengkap Mind Map dapat digunakan untuk :
·         menyimpan informasi
·         mengorganisasikan informasi
·         membuat prioritas
·         belajar memahami informasi dalam konteksnya
·         melakukan review atas sebuah materi pembelajaran
·         mengingat informasi secara lengkap
          Agar dapat memenuhi fungsi-fungsi di atas maka informasi dalam Mind Map disajikan dengan cara menggabungkan kata dan gambar. Kata yang dipilih merupakan kata kunci (keyword) yang dapat memberikan efek stimulasi baik dalam logika berpikir maupun secara emosional. Sedangkan gambar yang dipilih disesuaikan dengan asosiasi terhadap kata kunci sehingga berfungsi mengaktifkan kelima indra dan kreativitas. Lewat penggunaan gambar, informasi yang dicatat seolah-olah bisa didengarkan, disentuh, dirasakan, dicium dan dilihat. (Noer, 2009)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS